Suka Nonton Film Sedih Meski Bikin Nangis? Ini Alasan Psikologisnya

S. Reja

Nonton Film Sedih Bikin Nangis
Foto: Pexels/RDNE Stock project

TNG Daily– Aneh, ya? Kita rela bayar tiket bioskop atau langganan streaming cuma buat nonton film sedih yang ujung-ujungnya bikin nangis kejer. Padahal, logikanya kita cari hiburan untuk senang, bukan untuk galau.

Tapi, sensasi “nagih” nonton cerita pilu ini ternyata bukan hal aneh dan kamu nggak sendirian. Ada penjelasan ilmiah dan psikologis kenapa kita, sebagai manusia, sengaja mencari kesedihan dalam fiksi.

Ini bukan soal masokis, tapi soal bagaimana otak kita memproses emosi.

“Paradoks Tragedi”: Merasa Sedih di Tempat Aman

Dalam studi media, ini sering disebut sebagai “paradoks tragedi”. Kita bisa merasakan emosi yang intens—sedih, marah, kecewa—tanpa harus mengalami konsekuensi nyatanya di dunia nyata.

Nonton film sedih itu ibarat simulasi emosional.

Otak kita cukup pintar untuk tahu bahwa kita sebenarnya aman di sofa yang nyaman atau di kursi bioskop, bukan sedang ditinggal nikah atau berjuang di medan perang (amit-amit, deh).

Karena kita tahu ini fiksi dan kita memegang kendali (bisa pause atau paling parah keluar bioskop), otak kita jadi bisa menikmati proses emosional yang intens tersebut. Ini adalah cara aman untuk “merasa”.

Alasan Nonton Film Sedih Justru Bikin Lega

Alasan paling klasik dan paling relatable kenapa kita suka nonton film sedih adalah catharsis atau katarsis. Ini istilah dari Yunani kuno yang artinya “pembersihan” atau “pemurnian” emosi.

Sering kali, kita punya beban emosi, stres, atau kekhawatiran yang terpendam. Kita nggak tahu cara mengeluarkannya, atau mungkin malu jika harus menangis tanpa alasan jelas.

Nah, film sedih bertindak sebagai pemicu yang sah.

Kita nangis bukan (hanya) karena ceritanya, tapi kita “nitip” emosi dan stres kita sendiri di adegan itu. Hasilnya? Setelah nangis bombay nonton Miracle in Cell No. 7 atau Hachiko, rasanya jadi lebih plong. Kita seolah baru saja “mencuci” emosi negatif yang menumpuk.

Ada “Hadiah” Hormon Setelah Menangis

Siapa sangka, ada biologi di balik rasa lega setelah menangis. Saat kita menangis karena terharu atau sedih (termasuk saat nonton film sedih), tubuh melepaskan beberapa hormon kunci.

Pertama, tubuh memproduksi endorfin. Ini adalah pereda nyeri alami sekaligus mood booster yang diproduksi otak. Itu kenapa setelah nangis hebat, kita sering merasa sedikit lebih tenang.

Selain itu, menurut beberapa penelitian, menangis juga bisa melepaskan oksitosin. Ini adalah “hormon cinta” atau “hormon pelukan” yang bikin kita merasa lebih terhubung, percaya, dan tenang. Jadi, rasa lega setelah nangis itu beneran ada penjelasan ilmiahnya, bukan cuma perasaan.

Melatih “Otot” Empati dan Koneksi

Saat kita ikut sedih melihat penderitaan karakter di film, kita sebenarnya sedang melatih “otot” empati kita. Kita mencoba memahami perspektif dan perasaan orang lain, meskipun mereka cuma fiksi.

Nonton film sedih membantu kita terkoneksi dengan sisi kemanusiaan kita.

Ini penting. Kemampuan berempati ini yang membuat kita jadi teman, pasangan, atau bahkan sekadar tetangga yang lebih baik. Kita jadi lebih peka terhadap perasaan orang di sekitar kita di dunia nyata.

Bikin Kita Jadi Lebih Bersyukur

Ini mungkin terdengar agak klise, tapi nyata. Setelah dua jam nonton karakter yang hidupnya susah banget—dikejar utang, putus cinta tragis, atau berjuang melawan penyakit mematikan—kita jadi merefleksikan hidup kita sendiri.

Masalah kita yang tadinya terasa paling besar di dunia, tiba-tiba jadi nggak seberapa (atau setidaknya, jadi lebih bisa dikelola).

Nonton film sedih sering kali memicu perbandingan sosial yang positif. Kita diingatkan kembali untuk bersyukur atas apa yang kita punya sekarang, entah itu kesehatan, keluarga, atau sekadar hidup yang damai.

Pada akhirnya, nonton film sedih itu ternyata punya banyak lapisan, bukan sekadar cari sensasi galau. Itu adalah cara kompleks kita sebagai manusia untuk terkoneksi, melepas beban, dan bahkan jadi lebih bersyukur.

Jadi, kalau akhir pekan ini kamu sengaja milih nonton film drama yang sudah jelas sad ending sambil nyiapin satu kotak tisu, it’s perfectly normal. Itu tandanya kamu manusia utuh yang empatinya bekerja.

Ngomong-ngomong, film sedih apa yang sukses bikin kamu nangis paling parah?

Disunting oleh: S. Reja

Terakhir disunting: Oktober 30, 2025

Komentar Pembaca

  • Belum ada komentar di sini Jadilah yang pertama berkomentar
Home Trending Explore Discover Menu