5 Kebiasaan Kecil yang Bisa Ubah Hidup Jadi Lebih Tenang

S. Reja

Membersihkan Rumah Membuat Hidup Lebih Tenang
Foto: Pexels/Tima Miroshnichenko

TNG Daily– Notifikasi media sosial gak berhenti. Deadline pekerjaan seakan gak ada habisnya. Rasanya, 24 jam sehari itu kurang banget buat menyelesaikan to-do-list yang makin panjang.

Kita sering terjebak di mode “auto-pilot”, sampai lupa caranya berhenti sejenak. Padahal, untuk dapat hidup lebih tenang, kita gak perlu effort besar seperti pindah ke vila di gunung. Kadang, kuncinya justru ada di kebiasaan kecil yang sering kita sepelekan.

Berikut adalah lima kebiasaan kecil yang terbukti ilmiah bisa bikin hidup lebih tenang.

1. Jeda 10 Menit: Bangun Tidur Tanpa Doomscrolling

Kebiasaan pertama yang paling gampang diubah: cara kita memulai hari.

Banyak dari kita, begitu mata terbuka, tangan langsung meraih smartphone. Entah itu cek email kantor atau scrolling media sosial. Hasilnya, otak kita langsung “panas” dan dibanjiri informasi (seringnya yang negatif) bahkan sebelum kita sempat menginjak lantai.

Cara mencobanya: Buat aturan simpel: 10 menit pertama setelah bangun tidur adalah zona bebas layar. Gunakan waktu itu untuk hal yang lebih “analog”. Bisa stretching ringan, minum air putih, atau sekadar diam mendengarkan suara di sekitar. Ini memberi otak kita waktu untuk “bangun” secara alami, bukan karena dipaksa oleh rentetan notifikasi.

2. Mengganti Multitasking dengan Single-Tasking

Di era hustle culture, multitasking sering dianggap sebagai lencana kehormatan. Balas email sambil meeting Zoom, sambil memikirkan menu makan siang.

Faktanya, multitasking itu mitos. Penelitian dari Stanford University menunjukkan bahwa multitasking berat justru menurunkan produktivitas dan meningkatkan stres. Otak kita tidak dirancang untuk fokus pada dua hal sekaligus; ia hanya berpindah fokus dengan sangat cepat, yang sangat menguras energi.

Cara mencobanya: Saat bekerja, coba tutup tab browser yang tidak relevan. Matikan notifikasi grup chat yang tidak mendesak. Kerjakan satu tugas sampai selesai, baru pindah ke tugas berikutnya. Hidup lebih tenang sering kali dimulai dari fokus yang lebih tajam.

3. Kebiasaan Kecil untuk Melatih Pikiran Tenang

Ketenangan itu seperti otot, perlu dilatih. Tapi latihannya gak perlu berat. Dua kebiasaan ini bisa kamu lakukan di sela-sela kesibukan.

Mencatat “Satu Hal Baik” Hari Ini

Ini bukan soal toxic positivity yang menyangkal masalah. Ini adalah soal melatih otak untuk menyeimbangkan perspektif. Pikiran kita secara alami lebih mudah mengingat hal negatif (ini disebut negativity bias).

Cara mencobanya: Sebelum tidur, luangkan satu menit. Cukup ingat atau tulis satu hal baik yang terjadi hari ini. Gak perlu hal besar. “Kopi pagi ini rasanya pas,” “Presentasi tadi berjalan lancar,” atau “Sempat video call sama teman lama” sudah lebih dari cukup.

Ritual 5 Menit Beres-Beres

Lingkungan yang berantakan sering kali mencerminkan pikiran yang kusut. Sebaliknya, ruang yang rapi bisa memberi sinyal ketertiban pada otak kita.

Cara mencobanya: Atur alarm 5 menit setiap malam sebelum tidur. Gunakan waktu itu khusus untuk merapikan meja kerja atau kamar tidur. Bukan bersih-bersih total, tapi sekadar mengembalikan cangkir ke dapur atau menumpuk buku yang berserakan. Small win ini bikin mood pagi hari jadi jauh lebih baik.

4. Gerak Badan Singkat untuk Melepas Tegang

Stretching Merupakan Kebiasaan Kecil Baik untuk Hidup Tenang
Foto: Unsplash/Alora Griffiths

Stres tidak hanya ada di pikiran; ia “tersimpan” di dalam tubuh. Bahu kaku, leher tegang, atau punggung pegal adalah respons fisik tubuh terhadap tekanan mental.

Kebiasaan ini bukan soal fitness goals yang muluk. Ini soal melepaskan ketegangan yang menumpuk.

Cara mencobanya: Setelah duduk bekerja selama satu jam, berdiri dan lakukan stretching ringan selama 3 menit. Atau, coba jalan kaki santai 15 menit keliling komplek setelah jam kerja selesai, tanpa tujuan spesifik. Menurut American Psychological Association (APA), aktivitas fisik ringan sekalipun bisa memicu pelepasan endorfin yang berfungsi sebagai pereda stres alami.

5. Belajar Menata Ulang Ekspektasi

Ini mungkin kebiasaan “kecil” yang dampaknya paling besar. Sering kali, sumber kebisingan terbesar datang dari ekspektasi kita sendiri. Kita merasa harus produktif 24/7, harus selalu “naik level”, dan harus bilang “iya” pada setiap ajakan atau tugas.

Cara mencobanya: Mulai sadari kapasitas diri. Belajar bilang “tidak” (atau “nanti dulu”) pada hal-hal yang bukan prioritas. Pahami bahwa istirahat adalah bagian dari produktivitas, bukan kemalasan. Gak semua hal harus selesai sempurna hari ini.

(Mungkin ini sejalan dengan gaya hidup soft life yang lagi banyak dibicarakan. Baca ulasan TNG Daily soal itu di sini: Soft Life: Cara Gen Z Lawan Capek & Tetap Bahagia).


Lima kebiasaan tadi kedengarannya sangat sederhana. Tapi ingat, untuk dapat hidup lebih tenang, kuncinya bukan pada perubahan drastis, melainkan pada konsistensi hal-hal kecil. Gak perlu dilakukan semua sekaligus; pilih satu atau dua yang paling kamu butuhin saat ini.

Jadi, dari lima kebiasaan tadi, mana yang paling relatable dengan hidupmu sekarang?

Disunting oleh: S. Reja

Terakhir disunting: Oktober 30, 2025

Komentar Pembaca

  • Belum ada komentar di sini Jadilah yang pertama berkomentar
Home Trending Explore Discover Menu