Ini Alasan Kenapa Jogging Masih Jadi Olahraga Paling Efektif Sepanjang Masa

S. Reja

Legs of anonymous person in white sneakers and black leggings running on sidewalk
Foto: Pexels/Ketut Subiyanto

TNG Daily– Di era workout yang serba fancy—mulai dari HIIT, CrossFit, sampai Pilates yang butuh alat canggih—ada satu olahraga yang tetap bertahan: jogging. Mungkin kelihatan basic dan old-school, tapi faktanya, jogging masih jadi olahraga paling efektif sepanjang masa.

Kenapa aktivitas simpel ini bisa everlasting banget? Ini bukan cuma soal nostalgia, tapi soal hasil nyata yang ditawarkan tanpa banyak drama.

Alasan Utama: Nggak Ribet dan Super Aksesibel

Jujur saja, alasan terbesar jogging tetap relevan adalah karena olahraga ini nggak ribet. Kamu nggak perlu bayar membership gym mahal atau beli peralatan khusus yang harganya selangit. Cukup modal sepatu lari yang layak (ini penting buat cegah cedera) dan niat.

Kamu bisa melakukannya kapan saja dan di mana saja. Mau pagi-pagi keliling kompleks sebelum zoom meeting, atau sore hari di taman kota setelah kerja. Fleksibilitas inilah yang bikin jogging jadi olahraga efektif, khususnya buat anak muda urban dengan jadwal padat yang sering nggak terduga.

Bukan Cuma Bakar Kalori, Tapi ‘Servis’ Mesin Tubuh

Banyak yang mengira jogging cuma soal bakar kalori atau nurunin berat badan. Padahal, manfaatnya jauh lebih dalam dari itu. Saat kamu jogging rutin, kamu sebenarnya lagi ‘servis’ mesin terpenting dalam tubuh: jantung.

Olahraga kardio ini melatih jantung memompa darah lebih efisien ke seluruh tubuh. Hasilnya, sirkulasi darah lancar dan risiko penyakit kardiovaskular menurun. Selain itu, kapasitas paru-paru juga meningkat. Kamu jadi nggak gampang ngos-ngosan waktu harus naik tangga di stasiun atau kantor. Ini adalah investasi kesehatan jangka panjang yang paling simpel.

‘Me Time’ Paling Sederhana untuk Kesehatan Mental

Di tengah hustle culture dan notifikasi yang nggak ada habisnya, jogging bisa jadi bentuk meditasi paling aktif. Ini bukan cuma soal fisik; ini soal mental clarity.

Saat jogging, tubuh melepaskan endorfin, alias ‘hormon bahagia’. Makanya, banyak yang merasa lebih fresh dan level stresnya berkurang drastis setelah lari. Momen sendirian di jalan, cuma ditemani playlist favorit, sering jadi me time berkualitas untuk menjernihkan pikiran. Ini adalah cara simpel buat ‘reset’ otak yang lagi penat, mirip seperti melakukan digital detox versi gerak badan.

Seorang pemuda melakukan jogging olahraga efektif di taman untuk kesehatan mental
Foto: Unsplash/Diana Rafira

Tips Memulai Jogging Tanpa Merasa ‘Maksa’

Tertarik mulai tapi takut nggak kuat? Tenang, kuncinya adalah jangan maksa. Jogging yang efektif bukan soal kecepatan, tapi soal konsistensi.

Mulailah pelan-pelan. Coba metode walk-run: jalan cepat 3 menit, lari pelan 1 menit, lalu ulangi siklus itu selama 20 menit. Nggak masalah kalau awalnya terasa berat. Dengarkan sinyal tubuhmu.

Pilih outfit yang nyaman dan, sekali lagi, investasi di sepatu yang pas. Jangan lupakan pemanasan sebelum mulai dan pendinginan setelahnya. Yang penting bukan seberapa jauh atau cepat kamu lari di hari pertama, tapi seberapa rutin kamu mau bergerak.


Jogging membuktikan bahwa sesuatu yang efektif nggak selalu harus rumit, mahal, atau viral di TikTok. Di tengah semua tren kebugaran baru, si ‘klasik’ ini tetap punya tempatnya sendiri karena terbukti berhasil.

Jadi, kapan terakhir kali kamu pakai sepatu larimu? Atau jangan-jangan, kamu tim yang lebih suka olahraga di dalam ruangan aja, nih?

Disunting oleh: S. Reja

Terakhir disunting: Oktober 30, 2025

Komentar Pembaca

  • Belum ada komentar di sini Jadilah yang pertama berkomentar
Home Trending Explore Discover Menu