Coworking vs Coffee Shop: Mana yang Lebih Produktif Buat Kerja?

S. Reja

Coworking Space VS Coffee Shop
Foto: Pixabay/algedroid

TNG Daily– Era Work From Anywhere (WFA) bikin pilihan “kantor” jadi makin fleksibel. Dua tempat jadi primadona: coffee shop dengan aroma kopinya yang khas, atau coworking space yang memang didesain khusus buat kerja. Keduanya menawarkan kenyamanan, tapi soal produktivitas, ceritanya bisa beda.

Jadi, antara coworking vs coffee shop, mana yang sebenarnya paling jitu bantu kita get things done? Mari kita bedah satu per satu.

Pesona Kafe: Kenapa Banyak yang Betah Kerja di Coffee Shop?

Bukan rahasia lagi, banyak dari kita merasa vibe kerja di kafe itu beda. Ada energi tertentu yang bikin ide terasa lebih cair.

Alasan utamanya seringkali adalah ambient noise. Suara mesin espresso, obrolan samar pengunjung lain, atau playlist indie yang low-key bisa jadi white noise yang justru membantu sebagian orang fokus, mengalahkan sepinya kamar.

Selain itu, faktor aksesibilitas juga penting. Coffee shop ada di mana-mana, dari yang jaringan besar sampai hidden gem di gang sempit. Modalnya? Cukup pesan segelas es kopi susu atau hot cappuccino. Ini jelas lebih “ramah di kantong” untuk sesi kerja singkat 1–2 jam dibandingkan harus bayar daily pass di coworking.

Realitas Kerja di Kafe: Antara Distraksi dan “Perang Colokan”

Meski nyaman, kerja di coffee shop punya tantangan tersendiri. Kita semua pasti pernah di posisi itu: baterai laptop tinggal 10% dan semua colokan penuh. “Perang colokan” adalah realitas yang tak terhindarkan.

Belum lagi soal koneksi internet. Wi-Fi kafe seringkali jadi “rebutan” dan kecepatannya menurun drastis di jam-jam sibuk. Mau upload file besar atau video call penting? Seringnya bikin was-was.

Di sisi lain, ambient noise yang tadinya membantu, bisa dengan cepat berubah jadi distraksi. Obrolan meja sebelah yang terlalu seru, suara tawa yang kencang, atau bahkan lagu yang tiba-tiba berganti jadi EDM di siang bolong, bisa langsung memecah konsentrasi.

Terakhir, ada faktor “rasa nggak enak”. Duduk berjam-jam dengan hanya satu pesanan seringkali bikin kita merasa diawasi barista. Hasilnya, kita terpaksa pesan lagi (jadi boros) atau pindah tempat.

Zona Fokus: Kelebihan Utama Coworking Space

Nah, sekarang kita beralih ke coworking space. Tempat ini pada dasarnya adalah “kantor” yang fasilitasnya bisa kita pakai sesuai kebutuhan, tanpa drama politik kantor.

Kelebihan utamanya jelas: fasilitas profesional. Wi-Fi kencang dan stabil itu bukan kemewahan, tapi standar. Colokan listrik tersedia melimpah di setiap meja. Butuh meeting room yang proper? Ada. Perlu print dokumen? Bisa.

Lingkungan juga sangat mendukung. Semua orang yang datang ke coworking space punya tujuan yang sama: bekerja. Melihat orang lain di sekitar kita fokus mengetik atau rapat, seringkali “menular” dan mendorong kita untuk lebih produktif. Aura “sibuk” yang positif ini sulit didapat di kafe.

Sisi Lain Coworking: Soal Biaya dan Komitmen

Tentu saja, coworking space bukan tanpa kekurangan. Faktor paling jelas adalah biaya. Tempat ini butuh komitmen finansial, entah itu daily pass yang harganya bisa setara 3–4 gelas kopi, atau paket membership bulanan.

Bagi sebagian orang, suasananya juga bisa terasa terlalu “kaku” atau sepi. Jika kamu tipe orang yang butuh sedikit “kekacauan” kreatif ala kafe, lingkungan coworking yang hening mungkin terasa kurang inspiratif.

Selain itu, fleksibilitas lokasinya tidak seperti coffee shop. Kamu mungkin terikat pada satu atau dua cabang coworking yang kamu daftarkan, tidak bisa seenaknya pindah-pindah setiap hari.

Jadi, Pilih Coworking vs Coffee Shop?

Jawabannya klise tapi sangat jujur: tergantung kebutuhan dan jenis pekerjaanmu saat itu. Tidak ada satu jawaban yang benar untuk semua orang.

Pilih Coffee Shop, kalau kamu:

  • Butuh kerja ringan seperti balas email atau browsing.
  • Sedang mencari inspirasi atau brainstorming ide kreatif.
  • Hanya butuh tempat kerja untuk durasi singkat (1–2 jam).
  • Budget-nya terbatas dan butuh fleksibilitas lokasi.

Pilih Coworking Space, kalau kamu:

  • Butuh deep work atau fokus tinggi tanpa distraksi selama berjam-jam.
  • Ada jadwal meeting online penting yang butuh privasi dan internet stabil.
  • Pekerjaanmu butuh upload/download file besar (misal: editor video, desainer).
  • Ingin memisahkan dengan jelas antara “waktu main” dan “waktu kerja”.
  • Tertarik mencari networking atau peluang kolaborasi baru.

Pada akhirnya, tempat kerja terbaik adalah tempat yang bikin kamu bisa menyelesaikan tugas tanpa stres berlebih. Yang penting, kerjaan kelar, mental health tetap aman.

Nah, kalau kamu sendiri, tim mana? Tim #NugasDiKafe atau #AnakCoworking?

Disunting oleh: S. Reja

Terakhir disunting: Oktober 24, 2025

Komentar Pembaca

  • Belum ada komentar di sini Jadilah yang pertama berkomentar
Home Trending Explore Discover Menu